"Do’a adalah suatu yang teramat
mulia, maka janganlah kita umbar di sembarang tempat dan waktu. Bidiklah do’a
pada tempat dan waktu yang layak dan pantas, karena kemuliaan do’a juga berarti
kemuliaan kita, maka wajiblah kita senantiasa menjaganya.” (Abu Hala Al-Jundi).
Buku dengan Judul “ Mengubah Takdir
Dengan Do’a “ Karangan Abu Hala Al-Jundi. Buku ini berisi tentang urgensi do’a
yang beraneka ragam. Dilihat dari berbagai keutamaan yang dihadirkan guna
membahas arti do’a, Keutamaan, Problematika Do’a, Moral, Etika, Sifat dan
Waktu. Yang semua pembahasannya merujuk pada Al-Qur’an, Hadist, serta ajaran
dan tuntunan para ulama salaf. Dalam penjelasan lebih lanjut, penulis mengambil
beberapa point pokok pembahasan dari masing-masing bab yang telah penulis simpulkan.
Dialah Allah SWT Sang Maha Pencipta,
Mahakuasa, dan Mahatinggi kedudukannya. Dia Maha Penyayang dan belas kasih yang
tak pernah bosan menerima segala permintaan dan do’a setiap hamba. Kemuliaan
yang penuh keterbatasan, keutamaan yang bercampur dengan segala kenistaan,
disertai akal dan ilmu akan mengiringi manusia untuk selalu datang kepada-Nya,
merengek, mengiba, mengemis dan meminta sekaligus menggantungkan hidupnya dalam
asa, rasa, karsa, cita dan cintanya, karena Allah SWT telah memanggil manusia.
Berikut Firman-Nya:
"Dan, Tuhanmu berfirman,
‘Berdo’alah pada-Ku niscaya akan Aku perkenankan segala pintamu,” (QS.
Al-Mu’min, 40:60).
Do’a yang teramat mulia, dan makhluk
tidak dapat mempengarui yang lain. Sekalipun ada, semua hanyalah sebab semata.
Datanglah pada-Nya dengan berbisik mesra dan penuh khidmat, niscaya cinta kita
tidak akan tenggelam dalam damba. Pinta kita tidak akan terpantul tanpa sahut,
dan tak ada tanya yang tak terjawab.
Semua akan menjadi pasti, jika terkait
kepada Allah SWT dan yang sepasti kematian, kelahiran yang tak pernah terduga. Kesadaran
akan kelemahan, kebutuhan dan kehinaan diri dapat melahirkan kesadaran pada
kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Inilah yang sesungguhnya, letak kemuliaan dan
keutamaan bagi manusia.
Dengan kesadaran yang demikian, manusia
akan selalu berdo’a dan menggantungkan harapannya kepada Sang Mahakuasa. Ironisnya,
masih ada saja di tengah kehidupan kita yang dengan angkuhnya berkata, “Apa
pentingnya do’a buat kita? Jika segalanya telah ditakdirkan ada dan tiadanya.
Kenapa mesti berdo’a? Toh, semua pasti akan terwujud dan takdir pasti akan
terjadi, baik kita berdo’a atau tidak.”
Sungguh, keyakinan yang teramat angkuh,
menolak adanya hukum kausalitas. Bagi mereka Allah SWT Mahatahu dan Mahakuasa
tak perlu menunggu dipinta. Sungguh begitu banyak pemahaman yang menyimpang
dari tuntunan syariat. Islam sangat harmonis dan ideal. Islam juga tidak mebawa
kita pada paham khayalan fiktif. Islam adalah kebenaran dan kebehagiaan sejati.
Tumpahkan do’a dengan ikhlas bersama kepasrahan.
Dan diakhir pembahasan terdapat beberapa
syair yang disuguhkan penulis, guna menarik pembaca dan merasakan pendalaman
dari setiap kata, kalimat yang dilewatinya. Selamat Membaca.
Keterangan:
Judul Buku: Mengubah Takdir Dengan Do’a
Penulis: Abu Hala Al-Jundi
Penerbit: Jausan
Tahun Terbit: 2010
Kota Terbit: Jl. Pepaya Gg. Pepaya 1
No.4 Cempaka Putih Ciputat Tangerang
ISBN: 978-602-97114-0-0
