Rene Descartes adalah adalah filsuf Prancis sekaligus
matematikawan. Sumbangsihnya terhadap pembaruan dalam filsafat inilah yang
menjadikannya sebagai bapak filsafat modern. Selain itu, dalam bukunya yang
berjudul Discourse on Method (Diskursus dan Metode, terj.) ini, ia menuangkan
berbagai pemikirannya.
Bukunya ini berisi enam bagian, yaitu pembahasan perihal ilmu
pengetahuan, kaidah-kaidah pokok perihal metode, beberapa kaidah moral yang
didasarkan atas metode kesangsian, bukti-bukti keberadaan Tuhan dan jiwa
manusia atau asas-asas metafisika, urutan pembahasan masalah-masalah
metafisika, dan hal-hal yang merupakan prasyarat dalam penelitian alam.
Bagian pertama, Descartes menunjukkan pengertian nalar kepada
pembaca. Nalar atau rasio menurutnya adalah akal sehat yang menjadi
satu-satunya hal pembeda antara manusia dengan hewan. Dengan nalarlah,
keanekaragaman pendapat itu muncul. Namun, hal ini tidak membenarkan bahwa
penalaran yang berlainan adalah suatu yang lebih dapat dinalar. Sebab, penulis
menekankan bahwa nalar yang baik tidaklah cukup, yang lebih penting adalah
menggunakannya dengan baik.
"Orang-orang yang memiliki daya nalar tinggi, dialah yang mampu mengatur pikirannya dengan cara sebaik-baiknya untuk menjadi jelas dan mengerti serta mampu meyakinkan orang lain tentang apa yang telah mereka ungkapkan." (Descartes, h. 29)
Nalar ini, dijadikan penulis sebagai dasar dalam metodenya, yaitu
kesangsian. Maksudnya, ia meragukan segala sesuatu yang ada. Dengan demikian,
setidak-tidaknya manusia telah menemukan kebenaran ataupun kesalahan dengan
nalar atau rasionya sendiri.
Bagian kedua berisi tentang bagaimana Descartes mereformasi sesuatu
yang common sense atau pada umumnya. Sebagaimana metodenya, kesangsian, ini
berguna untuk menghindarkan diri dari suatu kesalahan. Maka dari itu, perlu
untuk memperhatikan prinsip-prinsip yang digunakan, yaitu tidak pernah menerima
apapun sebagai seauatu yang benar kecuali mengetahuinya dengan jelas, memilah
satu persatu kesulitan, berpikir secara runtut, dan membuat perincian selengkap
mungkin.
Bagian ketiga, penulis menjelaskan betapa pentingnya moral dalam
metodenya. Ia bahkan menjabarkannya kedalam empat prinsip. Hal ini antara lain,
yaitu tetap mematuhi undang-undang dan adat istiadat negera dan berpegang teguh
pada agama, bersikap tegas dan semantap mungkin dalam memutuskan dan mengikuti
pendapat yang diyakini, berusaha melampaui diri dari pada menunggu nasib, dan
menelaah berbagai kegiatan yang bisa silakukan untuk mendapatkan yang terbaik.
"Hendaklah kita mengejar atau menghindari sesuatu semata-mata karena nalar kita menganggapnya baik atau jelek, cukuplah menilai baik agar bertindak baik, dan menilai sebaik mungkin guna mencapai kebenaran." (Descartes, h. 59)
Rupanya dalam metode Descartes tetap memiliki batasan. Metodenya
dibingkai secara epik oleh prinsip-prinsip moral. Namun, dengan hal itu pula
setidak-tidaknya hanya diri kita sendiri yang dapat menentukan suatu kebenaran.
Bagian empat berisi tentang segala seauatu yang metafisika.
Lagi-lagi dengan metode kesangsian, Descartes dapat menemukan sesuatu yang
tidak dapat dicapai oleh indra. Ia menemukan jiwa dalam tubuh manusia, namun
dengan segala keterbatasan dan ketergantungannya. Oleh sebab itu, ia mencapai
sesuatu yang sempurnya, yaitu Tuhan. Descastes menyebut-Nya sebagai sesuatu
yang tidak lagi dapat disangsikan.
Bagian kelima, setelah mengungkap eksistensi atau keberadaan
Tuhan, di bagian ini penulis menjabarkan kesempurnaan yang dimiliki-Nya. Ia
menyebutkan bahwa eksistensi Tuhan dapat dibuktikan oleh keberadaan alam
semeata dengan segala isinya. Hingga ia menemukan hukum alam dan posisi manusia
didalamnya.
Bagian terakhir memuat tentang prasyarat dalam penelitian. Ia
menjelaskan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan secara umum
prinsip atau sebab-sebab pertama sesuatu yang akan ditelitinya. Kemudian
mengkaji akibat pertama dari sebab-sebab tersebut.
Semua ini memang akan berbeda dengan prasyarat yang dituliskan
oleh orang lain. Namun, inilah yang dilakukan Descartes dalam segala
penelitiannya. Berdasarkan penjabaran di atas, memang sulit untuk memahami
betapa kompleksnya pemikiran penulis. Selain itu, dari tulisannya terlihat
jelas bahwa serasionalis apapun Descartes, ia tetap terjebak juga dalam
metafisika. Namun, kita patut bersyukur karena pemikirannya ini
telah memberikan sumbangsih yang besar terhadap masa modern.
Keterangan :
Judul buku : Diskursus dan Metode
Penulis : Rene Descartes
Penerjemah : Ahmad Faridl Ma'ruf
Penerbit : IRCiSod
Kota terbit : Yogyakarta, 2015
ISBN : 978-602-255-770-8